Sabtu, 26 Juli 2008

Tanda-Tanda Zaman Bakal Berakhir

SEBETULNYA, tanda-tanda zaman bakal berakhir, sudah cukup sering hadir di sekitar kita. Misalnya, kisah tentang anak memperkosa ibunya, anak durhaka kepada orangtuanya, banyaknya gedung yang ingin mencakar langit, atau munculnya fenomena nabi-nabi palsu.
Semua tanda-tanda tersebut, jelas merupakan tanda yang sangat nyata tentang bakal berakhirnya kehidupan ini. Tapi sayangnya, kita jarang sekali untuk memperhatikannya.
Kita malah lebih sering menganggap fenomena tersebut sebagai sebuah efek dari akibat adanya perubahan zaman. Atau tak jarang kita menganggapnya sebagai efek dari sebuah pergerakan era yang akrab dikenal dengan istilah arus globalisasi. Padahal, menurut sejumlah riwayat, yang demikian itu adalah tanda-tanda bakal adanya kiamat. Dan tanda itu sendiri menunjukkan indikator yang sangat kuat, bahwa kiamat memang sudah semakin dekat.
Pertanyaannya sekarang ialah, jika hari kiamat itu benar-benar telah dekat, lalu upaya apa yang telah kita lakukan untuk menghadapi hari kiamat tersebut? Sudah cukupkah bekal yang telah kita persiapkan selama ini untuk bisa memasuki kehidupan di dunia yang baru nanti? Pertanyaan semacam inilah yang semestinya perlu lebih sering kita ajukan pada diri kita sendiri, agar muncul sebuah kesadaran dalam diri kita untuk hidup dalam naungan syari’atNya.
Apa yang sering kali kita lakukan selama ini, justru malah sebaliknya. Ketika tanda-tanda zaman itu muncul, kita justru sibuk mencari kesempatan dalam kesempitan. Atau kalau tidak, kita malah membiarkan hawa nafsu kita merubah jati diri menjadi ’panglima’ dalam kehidupan kita. Akhirnya, kita pun menjadi budak dari hawa nafsu kita sendiri. Na’udzubillahi min dzalik.
Sampai di sini, sekali lagi, kita kembali diingatkan oleh tanda-tanda zaman. Yaitu, apa yang harus segera kita lakukan untuk menghadapi bakal berakhirnya kehidupan di planet bumi ini?
Jawabnya, pertama, mari kita segera bertobat terhadap semua kesalahan yang pernah kita lakukan. Baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Kedua, mari memperbanyak amal kebajikan, agar kita bisa memperoleh barakah pertolongan dari Allah, Rasul dan para kekasihNya.
Ketiga, mari kita hentikan setiap kerusakan yang terjadi di muka bumi ini. Keempat, mari kita belajar saling menyayangi, mencintai, menghormati dan memuliakan semua makhluk Allah tanpa membeda-bedakan status dan kedudukannya. Kelima, mari kita mulai perbaikan dari hal-hal kecil yang ada di lingkungan kita. (Firman)

Tidak ada komentar: