Rabu, 25 Maret 2009

Ngalab Berkah ke ‘Orang Pintar’


MENJELANG Pemilu, ‘orang pintar’ alias para dukun, banyak dicari oleh para bakal calon anggota legislatif (caleg). Mereka datang berduyun-duyun ngalab berkah ke para dukun dalam rangka untuk minta dukungan spiritual agar jalan menuju ke rumah dewan menjadi lancar. Hal itu jugalah yang dilakukan oleh Kang Somad, teman akrab wan Ali yang juga adalah salah seorang caleg dari partai berlambang angin puting beliung.
“Bagaimana kabarnya Kang Somad? Lama nggak pernah muncul, ke mana saja sampeyan?” tanya wan Ali ketika bertemu Kang Somad di pos ronda. Kebetulan malam itu wan Ali kebagian jatah untuk ronda. Teman rondanya malam itu adalah wan Amin, wan Abu dan wan Towil.
“Wah … maaf, wan Ali. Akhir-akhir ini saya memang agak sibuk. Sering keluar kota. Terutama sejak nama saya diusulkan oleh warga untuk menjadi caleg tingkat dua,” jawab Kang Somad yang didampingi oleh Kang Bejo, asisten pribadinya (aspri).
”Ooo ... pantes kok ndak pernah kelihatan. Jebule sampeyan mau jadi caleg to? Nomor urut berapa?” timpal wan Amin.
“Yaaa … daripada nganggur di rumah, mending ngadu nasib jadi caleg. Eee ... siapa tahu nanti saya kepilih, meskipun berada di nomor urut lima,” kata Kang Somad sembari membenahi letak posisi baju safari warnah abu-abu yang dikenakannya malam itu.
***
“SYUKURLAH kalau sampeyan mencalonkan diri jadi caleg. Mudah-mudahan sukses. Tapi, ngomong-omong, apa sekarang sudah mulai kampanyenya?” wan Ali kembali melemparkan pertanyaan. ”Ya ... belumlah, wan Ali!”
”Kok sampeyan malah sering keluar kota?” selidik wan Ali. ”Ya ... saya keluar kota itu dalam rangka untuk ngalab berkah ke ’orang pintar’. Ya, minta doa restunya ’orang-orang pintar’,” jawab Kang Somad.
”Maksudnya bagaimana?” tanya wan Ali lagi. ”Ya, maksudnya sih untuk minta dukungan politik dari ’orang pintar’, agar proses pencalonan saya menjadi caleg bisa berjalan lancar dan sukses. Maklum wan Ali, saya ini kan tidak punya keahlian khusus. Karena itu, saya minta dukungan dari ’orang pintar’,” ujar Kang Somad.
”Sebentar Kang Somad. Saya mau tanya. Apakah ’orang pintar’ yang sampeyan maksudkan itu adalah dukun atau semacam paranormal? Kalau betul ’orang pintar’ yang sampeyan sebut-sebut itu adalah dukun, berarti sampeyan sekarang ini mengalami kemunduran Kang Somad!” tukas wan Ali.
“Kemunduran bagaimana maksud sampeyan?” tanya Kang Somad. “Ya kemunduran rohani, maksudnya. Masak sampeyan yang bakal maju, malah minta pertimbangan dari dukun? Kalau memang mau ngalab berkah, ya perginya ke orang shalih, minta doanya. Bukan ke dukun, Kang!” tandas wan Ali.

Tidak ada komentar: